Warga Swadaya Perbaiki Jalan Poros Desa Sepanjang 1 Kilometer, Kinerja Pemerintah Desa Tapaan Disorot
Sampang – Fajar Nusantara News, Warga Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, secara gotong royong memperbaiki jalan poros desa yang berada di Dusun Tapaan Timur. Perbaikan dilakukan dengan cara makadam menggunakan dana hasil swadaya masyarakat karena kondisi jalan dinilai sudah lama rusak dan belum mendapatkan penanganan yang memadai dari pemerintah desa.
Ironisnya, jalan poros desa sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang menjadi jalur penghubung tiga desa tersebut harus diperbaiki menggunakan dana dan tenaga masyarakat. Warga terpaksa bergotong royong mengumpulkan biaya secara swadaya demi mendapatkan akses jalan yang lebih layak untuk dilalui.
Jalan poros tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Tapaan, Desa Nagasareh, dan Desa Planggaran Barat. Kerusakan jalan selama ini dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas masyarakat sehari-hari.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitas lengkapnya dan disamarkan dengan nama Budi mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain turun tangan memperbaiki jalan yang selama ini terkesan dibiarkan terbengkalai.

“Jalan ini sudah lama rusak dan terkesan dibiarkan terbengkalai. Akhirnya warga berinisiatif mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaikinya dengan makadam agar bisa dilalui dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Budi menilai pemerintah desa seharusnya lebih memperhatikan kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih, jalan tersebut bukan hanya dimanfaatkan oleh warga Desa Tapaan, tetapi juga menjadi akses utama bagi masyarakat dari Desa Nagasareh dan Desa Planggaran Barat.
Menurutnya, langkah swadaya yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian terhadap kepentingan bersama. Namun kondisi tersebut juga menjadi cerminan bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat belum sepenuhnya mendapat perhatian yang memadai.
Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan yang lebih permanen dan berkualitas.
“Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah. Jangan sampai masyarakat terus-menerus mengandalkan swadaya untuk memperbaiki fasilitas umum yang menjadi tanggung jawab pemerintah,” imbuhnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Tapaan terkait perbaikan jalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah segera hadir memberikan solusi nyata agar akses penghubung antar desa tersebut dapat menunjang aktivitas dan perekonomian warga secara maksimal. (Ir)