Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, KKN UMSIDA Kelompok 51 Gelar Edukasi Privasi Tubuh di SD Negeri Lebakjabung

Mojokerto – Fajar Nusantara News, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pencerahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Kelompok 51 menggelar program edukasi bertajuk “Edukasi Area Privasi Tubuh” di SD Negeri Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (28/7/2026). Program kerja bidang pendidikan ini dirancang untuk membekali anak-anak dengan pemahaman mendasar mengenai perlindungan diri sebagai langkah preventif terhadap ancaman kekerasan dan pelecehan seksual pada anak. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh pihak sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa. “Tubuhku Berharga, Tubuhku Milikku!”

Sesi inti penyuluhan dibuka dengan pendekatan interaktif yang ramah anak. Mengusung slogan “Tubuhku Berharga, Tubuhku Milikku!”, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa setiap anak memiliki hak penuh atas tubuh mereka sendiri dan berhak merasa aman serta nyaman.

Materi disampaikan secara visual dan komunikatif menggunakan aturan “baju renang”. Melalui konsep ini, anak-anak diajarkan bahwa bagian tubuh yang tertutup pakaian renang merupakan area pribadi yang tidak boleh disentuh atau dilihat oleh orang lain secara sembarangan, kecuali dalam situasi medis tertentu yang didampingi oleh orang tua.

Selain batasan sentuhan, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai empat langkah menjaga diri (Tolak, Pergi, Lapor, dan Ingat). Mereka diajarkan untuk berani berkata tidak serta segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya jika mengalami situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau terancam.

Belajar Sambil Bermain Lewat Ice Breaking dan Praktik Langsung
Untuk menghindari kejenuhan, mahasiswa KKN menyisipkan sesi ice breaking melalui permainan “Tunjuk dan Sebut” yang dipadukan dengan lagu Kepala, Pundak, Lutut, Kaki. Permainan ini membantu siswa mengenali anatomi tubuh sekaligus mencairkan suasana kelas. Suasana semakin meriah ketika siswa diajak mempraktikkan langsung respons cepat saat menghadapi situasi darurat. Secara bersama-sama, anak-anak meneriakkan kalimat:
• “TIDAK BOLEH!”
• “INI TUBUHKU!”
• “AKU AKAN CERITA!”

Pelatihan praktis ini bertujuan membangun mental keberanian anak agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga sigap merespons potensi bahaya di lingkungan sekitar. Rangkaian acara ditutup dengan kuis interaktif berhadiah yang disambut antusias tinggi oleh para siswa.

“Kami sangat terkesan dengan tingginya antusiasme anak-anak di SD Negeri Lebakjabung; hal ini membuktikan bahwa edukasi pencegahan dini seperti ini sangat krusial agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berani dan mampu melindungi diri sendiri”, ungkap Adriana Yasha, Koordinator divisi pendidikan kelompok KKNP 51.

Apresiasi Pihak Sekolah
Inisiatif mahasiswa KKN Pencerahan UMSIDA Kelompok 51 ini mendapat apresiasi positif dari tenaga pendidik SD Negeri Lebakjabung. Salah satu guru pengajar menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan anak usia sekolah dasar, mengingat masih sering ditemui kebiasaan bercanda fisik antarteman tanpa batas yang jelas.

“Kami sangat senang dengan adanya program pembelajaran tentang menjaga area privasi. Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan wawasan mengenai bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh. Yang membuat kami semakin mengapresiasi, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya dengan suasana yang menyenangkan,” ungkap Dean Kartika, salah seorang guru di SD Negeri Lebakjabung.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Pencerahan UMSIDA Kelompok 51 berharap tercipta lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta berkesinambungan dalam membangun kesadaran proteksi diri sejak dini di Desa Lebakjabung. ( Satrio )