“UMKM PRA Boro Melesat: Pelatihan Inovasi dan Hilirisasi 2026 Berikan Fondasi Untuk Pasar Yang Lebih Besar”

Sidoarjo – Fajar Nusantara News, Dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi mikro di tingkat komunitas, program “Kompetitif Inovasi dan Hilirisasi 2026” sukses digelar di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Boro, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rabu, 13 Mei 2026. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan PRA Boro melalui pelatihan praktis dan aplikatif di bidang ekonomi, pemasaran digital, serta legalitas usaha.

Kegiatan diisi oleh dua narasumber dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yaitu Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., pakar akuntansi keuangan dan UMKM, yang memandu sesi Penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Laporan Keuangan Sederhana, serta Satrio Sudarso, S.E., M.M., dosen dan praktisi bidang manajemen pemasaran yang membawakan materi tentang Pelatihan Dasar Digital Marketing, Sosialisasi Sertifikasi Halal, dan Panduan Pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Enam pelaku UMKM dari PRA Boro menjadi peserta utama dalam kegiatan ini, antara lain:
• Heni Oktaviani; Pemilik UMKM Pukis
• Fatimah; Pengelola Catering Dapur Bu Fat
• Kusnaini Widoyo; Produsen Kripik Singkong
• Nur Aini; Pelaku UMKM Pecel
• Hj. Latifah Hanum; Ketua PRA Boro
• Nur Anisa; Sekretaris PRA Boro

Para peserta hadir dengan semangat tinggi, aktif bertanya, dan memanfaatkan momen ini untuk menguji pemahaman mereka terhadap perencanaan keuangan, branding digital, serta keuntungan dari legalitas usaha. Sesi interaktif yang diselenggarakan memberikan ruang bagi peserta untuk langsung melatih perhitungan HPP, membuat strategi promosi di media sosial, hingga memahami alur pengajuan sertifikasi halal dan NIB.

Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., selaku Ketua Inovasi, yang turut memfasilitasi kegiatan, menyampaikan komitmen berkelanjutan: “Kami melihat UMKM bukan hanya unit produksi, tapi pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Program ini adalah bentuk nyata kehadiran kami membawa ilmu, bukan sekadar bantuan. Mereka akan punya fondasi keuangan yang kuat, pemasaran yang terukur, dan legalitas yang membangun kepercayaan konsumen. Ini awal sebuah transformasi.”

Sementara itu, Hj. Latifah Hanum, Ketua PRA Boro, berbagi pengalaman mengharukan dan penuh harapan: “Dulu, kami jualan hanya seadanya, sesuai harga tetangga. Tidak pernah hitung modal, tidak tahu untung rugi. Sekarang, setelah pelatihan, saya bisa menentukan harga dengan matang. Saya juga mulai membuka akun Instagram untuk promosi. Saya sadar, jualan tidak harus ‘diam-diam’, kita bisa bersaing di dunia digital. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi jembatan menuju kemandirian ekonomi.”

Saat ini, program hibah Hilirisasi 2026 tidak hanya menjadi pelatihan satu kali, tetapi dimulainya perjalanan kolaboratif antara komunitas, pelaku usaha, dan para ahli. Dengan mengintegrasikan literasi keuangan, digitalisasi pemasaran, sertifikasi halal, serta pendaftaran NIB, kegiatan ini membuka pintu bagi UMKM PRA Boro untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional dan internasional.

Harapan besar pun tumbuh sejalan dengan tumbuhnya kapasitas individu sebagai pelaku usaha, tumbuh pula ekosistem UMKM yang solid, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Dengan fondasi yang kuat, pelaku UMKM PRA Boro siap melangkah, bukan hanya bertahan, tetapi berkembang dan berdampak. ( Satrio S )