Warga Desa Batioh Keluhkan Program MBG Balita, Bantuan Dinilai Tidak Sesuai Anggaran Harian
Sampang – Fajar Nusantara News, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari warga Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Kamis(12 Februari 2026) Sejumlah ibu-ibu penerima manfaat mempertanyakan paket bantuan yang diterima karena dinilai tidak sebanding dengan anggaran harian yang disebut mencapai belasan ribu rupiah per anak.
Sorotan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah unggahan di media sosial Facebook Reels yang memperlihatkan isi paket MBG balita. Dalam video tersebut, bantuan yang dibagikan tampak hanya berupa beberapa kotak susu anak, roti kemasan, serta telur. Unggahan itu memantik pertanyaan publik terkait transparansi program serta kesesuaian distribusi bantuan dengan anggaran yang tersedia.
“Tidak bermaksud membandingkan, tapi kalau anggaran MBG balita per harinya sekitar Rp15 ribu atau lebih, kok paketnya seperti ini. Masak bantuan rapel satu minggu hanya seperti ini,”tulis akun pengunggah.
Tak hanya soal nilai bantuan, warga juga menyoroti jenis makanan yang dibagikan. Mereka mempertanyakan penggunaan roti kemasan dengan masa simpan panjang yang diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) program MBG, yang seharusnya mengutamakan makanan segar dan sehat bagi balita.
“Roti yang dipakai jenis Aoka, masa kedaluwarsanya panjang. Ini diduga tidak sesuai juknis, karena setahu kami tidak boleh menggunakan makanan dengan pengawet lama,” ungkap salah satu warga.
Program MBG sendiri dirancang sebagai upaya pemenuhan gizi anak-anak, terutama balita yang rentan mengalami stunting. Karena itu, kualitas menu menjadi perhatian utama masyarakat agar tujuan program benar-benar tepat sasaran dan tidak melenceng dari standar kesehatan.
Warga mendesak pihak pelaksana program di tingkat desa maupun dinas terkait di Kabupaten Sampang untuk segera memberikan penjelasan terbuka mengenai standar menu, mekanisme pengadaan bahan makanan, serta sistem pengawasan kualitas produk yang dibagikan kepada penerima manfaat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyedia MBG yang menyalurkan bantuan ke Desa Batioh maupun instansi terkait mengenai penggunaan roti kemasan tersebut. Masyarakat berharap evaluasi segera dilakukan agar program MBG benar-benar memberikan asupan bergizi yang sehat, aman, dan sesuai standar bagi balita.
(Ir)





