TNI-Polri dan Warga Trenggalek Bergotong Royong Perbaiki Tanggul Demi Keamanan Ponpes

Trenggalek – Fajar Nusantara News, Sinergi TNI-Polri dalam membantu masyarakat kembali terlihat nyata. Personel Koramil 0806-09/Tugu bersama anggota Polsek Tugu dan warga setempat berjibaku memperbaiki tanggul sungai di belakang Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, RT 38 RW 07, Dusun Pakel, Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Minggu (30/11/2025). Aksi sederhana ini sekaligus memperlihatkan kuatnya kolaborasi aparat dan warga di tingkat akar rumput.

Sejak pagi, sinar mentari yang menembus pepohonan menjadi saksi bagaimana TNI, Polri, dan warga bergerak serempak. Tanggul yang melemah akibat derasnya arus Sungai Pakel beberapa hari terakhir membuat pihak pesantren mengajukan permohonan bantuan. Respon cepat dari jajaran TNI-Polri menjadi penegas komitmen mereka menjaga keamanan lingkungan masyarakat.

Gotong royong berlangsung hangat dan penuh kekompakan. Prajurit Koramil terlihat mengangkut batu bronjong, sementara anggota Polsek Tugu menata material perbaikan. Warga juga bahu-membahu menimbun bagian tanggul yang dianggap rawan. Hampir tak ada jarak di antara mereka, semua bergandeng tangan demi keselamatan bersama.

Kegiatan ini mencerminkan wajah humanis TNI-Polri yang jarang tersorot publik. Selain menjalankan tugas keamanan, mereka turut menjadi pendorong solidaritas sosial. Kehadiran aparat negara di tengah masyarakat menunjukkan bahwa perlindungan tidak hanya hadir dalam bentuk patroli, tetapi juga melalui kerja nyata.

Bati Tuud Koramil 0806-09/Tugu, Peltu Arif Wahyudi, yang turun langsung mengawasi jalannya perbaikan, menegaskan bahwa sinergi seperti ini sudah menjadi komitmen Koramil dalam membina desa. “TNI-Polri akan selalu hadir di tengah kegiatan masyarakat. Kami ingin bersama-sama membangun desa binaan dan memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif,” katanya.

Menurut Arif, kekompakan aparat dan warga menjadi kunci ketahanan wilayah. Jika tanggul dibiarkan rusak, bukan hanya pondok pesantren yang terdampak, melainkan juga permukiman warga sekitar. Karena itu, langkah gotong royong menjadi solusi cepat untuk mencegah ancaman banjir menjelang musim hujan.

Proses pengerjaan berlangsung sepanjang pagi. Sesekali terdengar canda dan obrolan ringan antara aparat, warga, dan beberapa santri yang turut membantu mengangkut pasir serta karung tanah. Pemandangan kebersamaan ini mencerminkan harmoni yang jarang ditemukan di kawasan perkotaan.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Kyai Syeh Bakir, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan semua pihak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI-Polri serta warga sekitar yang telah ikut mendukung perbaikan tanggul belakang pondok. Ini bukti bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat kita,” tuturnya.

Kyai Bakir menambahkan bahwa pondok yang dihuni ratusan santri sangat memerlukan perlindungan dari risiko bencana. Dengan perbaikan ini, ia berharap proses belajar mengajar bisa berlangsung aman meski musim hujan tiba. “Santri bisa belajar tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

Perbaikan tanggul di Prambon tidak hanya menghadirkan solusi infrastruktur, tetapi juga mempertebal kembali budaya gotong royong yang menjadi identitas bangsa. Di tengah tantangan modernisasi, sinergi TNI-Polri bersama masyarakat Tugu mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada solidaritas yang hidup dari masa ke masa. ( Sutaji )