Gebrakan Ekonomi Desa Lebakjabung: KKN-P 51 UMSIDA Sulap Dam Payung Jadi Pusat Pasar Rakyat & Akselerasi UMKM Berbasis Digital

Mojokerto – Fajar Nusantara News, Mengubah kawasan wisata alam menjadi pendorong roda ekonomi masyarakat desa secara nyata ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Kelompok 51 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Melalui perhelatan Pasar Rakyat Wisata Dam Payung yang berlangsung meriah pada 22–23 Agustus 2026, kawasan Wisata Dam Payung di Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, berhasil disulap menjadi pusat perputaran ekonomi dan daya tarik wisata berbasis pemberdayaan UMKM lokal.

Kegiatan program kerja di bidang Ekonomi dan Budaya ini menjadi panggung akselerasi bagi 10 UMKM lokal baru yang sebelumnya hanya memasarkan produk dari rumah atau berjualan keliling. Lewat penyediaan stan gratis, pembinaan kemasan, strategi promosi, inovasi produk, hingga tata cara pelayanan konsumen, para pelaku usaha kini mampu menjangkau konsumen yang jauh lebih luas dari berbagai daerah.

Tak berhenti di situ, KKN-P Kelompok 51 UMSIDA juga memberikan pendampingan intensif penggunaan pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Langkah ini menjadi kunci penting memodernisasi UMKM desa agar tidak lagi kehilangan potensi pembeli yang tidak membawa uang tunai, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi era transaksi non-tunai.

Pasar Rakyat Dam Payung memadukan konsep hiburan, edukasi, dan perdagangan secara apik:
• Edukasi Mitigasi Bencana: Hari pertama diawali dengan pembukaan resmi dan pemotongan pita, disusul workshop serta simulasi interaktif mitigasi bencana untuk mengedukasi warga dan wisatawan terkait risiko luapan air saat musim hujan.
• Pentas Seni & Bazar: Hari kedua diisi panggung pentas seni yang menampilkan bakat lokal warga dan pelajar, pembagian doorprize, serta bazar kuliner yang menghidupkan suasana kawasan wisata.

Kemeriahan dan dampak nyata dari program ini memantik gelombang apresiasi tinggi dari pengelola, akademisi, hingga pemerintah desa. Suyit selaku kepala pengurus wisata Dam Payung mengungkapkan “Alhamdulillah, keberadaan Pasar Rakyat ini membuat Wisata Dam Payung jauh lebih hidup dan ramai dari biasanya. Belum pernah ada ajang pasar rakyat sebesar dan setertata ini di tempat kami. Ini bukan cuma menghibur warga, tapi membuktikan bahwa Dam Payung punya potensi ekonomi luar biasa. Ke depan, kami berencana menyewa lahan terpadu agar para pedagang lokal bisa berjualan secara aman, rapi, dan terhindar dari risiko cuaca” Ujarnya. Sedangkan Salma Rizky Awalya selaku Koordinator Kegiatan KKN-P 51 UMSIDA menyatakan bahwa fokus utama kelompok KKN adalah membuka ‘keran’ ekonomi yang inklusif bagi warga Lebakjabung. “Pendampingan QRIS dan penataan produk kami hadirkan agar UMKM lokal memiliki rasa percaya diri dan daya saing tinggi saat berhadapan langsung dengan wisatawan.” Ungkapnya. Dari kegiatan Pasar Rakyat ini adalah jembatan kebersamaan. Kelompok KKNP ingin membuktikan bahwa pemuda dan mahasiswa dapat menjadi katalisator yang menghubungkan potensi wisata alam dengan kesejahteraan warga sekitar.”

 

Satrio Sudarso selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN-P 51 UMSIDA menyatakan “Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa, pengelola wisata, dan seluruh warga Lebakjabung yang menyambut hangat inovasi mahasiswa UMSIDA. Karya nyata ini menunjukkan betapa kuatnya dampak pengabdian ketika akademisi dan masyarakat bergerak harmonis.” Ungkap dosen prodi manajemen UMSIDA tersebut.

Dari kegiatan ini kelompok pemerintah desa juga sangat bangga dan berterima kasih atas terobosan luar biasa dari mahasiswa KKN-P UMSIDA. Sebagai bentuk komitmen balasan, Pemerintah Desa berencana mendorong percepatan legalitas kawasan Wisata Dam Payung agar pengembangan ekonomi berbasis pariwisata ini memiliki kepastian hukum dan semakin maju di masa depan. Keberhasilan Pasar Rakyat Wisata Dam Payung menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pengelola wisata, dan pelaku usaha lokal mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh. Dengan dorongan pengurusan legalitas kawasan dan kesiapan transaksi digital para pelaku UMKM, Wisata Dam Payung optimistis melangkah menjadi destinasi unggulan Mojokerto yang menyejahterakan warga sekitar secara berkelanjutan. (Satrio)