Dedikasi Tanpa Henti, Gus Romy Syib Raih Penghargaan Kapolres Pasuruan Pada HUT Bhayangkara ke-80
Pasuruan – Fajar Nusantara News, Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata menjadi tugas aparat penegak hukum. Peran ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa memiliki andil besar dalam menciptakan kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis. Atas dedikasi itulah, KH. Muhammad Imam Haromain atau yang akrab disapa Gus Romy Syib, menerima penghargaan dari Kapolres Pasuruan dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif Gus Romy dalam membantu memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pasuruan.
Di tengah kesibukannya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Daruttauhid serta Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Bangil, Gus Romy dikenal konsisten membangun ruang-ruang pembinaan masyarakat. Melalui dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pembinaan generasi muda, ia terus mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai keimanan, menjaga persaudaraan, serta menolak segala bentuk perpecahan yang dapat mengganggu stabilitas sosial.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui gerakan Ngaji Cafe To Cafe (NCTC) yang digagasnya. Dengan mengusung pendekatan dakwah yang lebih dekat dengan kalangan muda, Gus Romy menghadirkan ruang diskusi yang santai namun sarat dengan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, keamanan bukan hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hati masyarakat yang dipenuhi nilai agama, akhlak, dan rasa saling menghormati.
“Kami meyakini bahwa ketika masyarakat semakin dekat dengan ilmu, akhlak, dan persaudaraan, maka keamanan akan tumbuh dengan sendirinya. Penghargaan ini menjadi amanah untuk terus berbuat lebih banyak bagi umat, masyarakat, dan bangsa,” ungkap Gus Romy Syib.
Penghargaan yang diterimanya menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara ulama dan Polri merupakan pilar penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan terus terjalin demi menghadirkan Kabupaten Pasuruan yang aman, damai, religius, dan sejahtera.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi pengingat bahwa menjaga negeri adalah tanggung jawab bersama. Ketika aparat keamanan, ulama, dan masyarakat berjalan beriringan, maka cita-cita mewujudkan kehidupan yang tenteram bukanlah sesuatu yang mustahil. ( Dain / Putra )