35 Nelayan Desa Batioh Minta Tokoh Masyarakat Menengahi Aspirasi Terdampak Pengeboran Hidayah 1

Sampang – Fajar Nusantara News, Sebanyak 35 nelayan Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mendatangi tokoh masyarakat setempat, H. Sakur Tajul Wafi, untuk meminta bantuan menengahi persoalan kesejahteraan nelayan yang mereka klaim terdampak aktivitas pengeboran migas Hidayah 1 di wilayah laut Pantura.

Kedatangan puluhan nelayan tersebut menjadi bentuk keresahan sekaligus harapan agar aspirasi mereka dapat disampaikan kepada pihak perusahaan dan pemerintah. Mereka menilai aktivitas pengeboran migas berdampak terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan pendapatan dari hasil melaut.

Para nelayan mengaku hasil tangkapan ikan mengalami penurunan sejak berlangsungnya aktivitas pengeboran. Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap pendapatan mereka.

“Pendapatan nelayan menurun karena hasil tangkapan ikan semakin sedikit. Akibatnya, pasokan ikan ke pasar juga berkurang sehingga harga ikan menjadi lebih tinggi,”ungkap salah seorang nelayan.

Atas kondisi tersebut, 35 nelayan meminta adanya kompensasi rutin setiap bulan dari pihak Petronas sebagai bentuk perhatian terhadap dampak ekonomi yang mereka rasakan selama aktivitas pengeboran Hidayah 1 berlangsung.

Mereka berharap H. Sakur Tajul Wafi dapat menjadi jembatan komunikasi antara nelayan dengan pihak perusahaan maupun pemerintah, sehingga persoalan tersebut dapat dibahas melalui dialog dan menghasilkan solusi yang dianggap adil bagi masyarakat pesisir.

Nelayan juga meminta pihak perusahaan tidak menutup ruang komunikasi dan segera membuka dialog bersama masyarakat untuk membahas dampak aktivitas migas, termasuk persoalan hasil tangkapan, kompensasi, serta keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Petronas belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan kompensasi yang disampaikan oleh 35 nelayan Desa Batioh. (Ir)